Baca Juga : https://www.antarafoto.com/id/view/2096994/festival-adu-ketangkasan-domba-garut

Bila ngomongin Garut, kayanya enggak asik deh kalo enggak ngomongin ciri khasnya, mulai dari dodol, jaket kulit, dan yang akan kita bahas di sini adalah domba Garut. Domba Garut terkenal karena ketangkasannya dalam berduel, tanduk yang meliuk-liuk dan badan yang berotot merupakan keunikan dari domba Garut yang barangkali membedakannya dari domba lain.

Namun, kamu tahu enggak sih, mengapa domba Garut memiliki tanduk yang unik banget? Badan yang berotot? Dan kapan sih sebenarnya domba Garut pertama kali berduel di arena ketangkasan? Nah, di sini ITC akan membahas semua itu.

Genetika Domba Garut

Domba Garut adalah hasil persilangan antara domba lokal, domba Kaapstad atau Cape (Ekor Gemuk) dari Afrika, dan domba Merino dari Asia Kecil. Dari persilangan tersebut, terciptalah domba Garut yang memiliki tanduk yang besar juga melingkar, instink beradu yang tajam, dan badan yang berotot. Tanduk yang besar juga melingkar ini diwarisi dari domba Merino.

Domba Garut memiliki berat badan mencapai 40 sampai 80 kg, bahkan ada yang mencapai 100 kg lebih, hal ini juga yang membuat domba Garut bukan hanya persoalaan ketangkasan, lebih dari itu adalah penghasil daging yang sangat baik untuk membuat perut kamu jadi kenyang.

Baca juga : Estimasi Pendakian Gunung Papandayan dari Jakarta terbaru 2025

Awal Mula Seni Ketangkasan Domba Garut

Awal mula seni ketangkasan domba Garut di mulai karena suatu hal, yakni kebosanan. Entahlah, mengapa bisa-bisanya sesuatu hal yang membosankan bisa menjadi kebiasaan yang terus berkembang menjadi kebudayaan hingga sekarang, terkhusunya di daerah Garut.

Adu domba Garut diperkirakan dimulai oleh orang-orang pada tahun 1900-an, pada saat itu, para angon atau pengembala mulai merasa bosan. Di waktu mereka mengembalakan domba di daerah pesawahan sehabis panen, mereka melihat domba-domba peliharannya memiliki sifat agresivitas yang tinggi. Rupanya hal itu membuat para angon mulai mengadukan domba-dombanya di sela-sela waktu menyambit rumput atau menunggu senja tenggelam di sore hari.

Pada tahun 1905 an, para angon ini sering membuat agenda khusus untuk menyelenggarakan kegiatan adu ketangkasan. Lama-kelamaan, Bupati Kabupaten Garut ke-5 RAA Soeria Kartalegawa mulai mengetahui kegiatan tersebut. Sejak itu, para bangsawan sering mengadakan kegiatan adu domba atau yang biasa dikenal dengan nama ngaben (menandingkan).

Dahulu, masyarakat sering menyelenggarakan praktik ngaben dengan aturan bahwa mereka menyatakan seekor domba menang atau berakhir saat salah satu dari domba yang beradu tersebut mati. Hal ini menyebabkan masyarakat menganggap praktik ngaben negatif, selain itu perjudian menambah citra buruk terhadap pertandingan adu domba di Garut.

Namun pada tahun 1970 an, dengan terbentuknya HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia) membawa kembali citra positif. Salah satunya adalah penggantian istilah adu domba yang berkonotasi negatif diganti menjadi positif, yaitu dengan istilah seni ketangkasan domba.

Lokasi Seni Ketangkasan Domba di Kabupaten Garut

  1. Pamidangan Domba Leles: Jl. Babakan Muncang No.184, Ciburial, Kec. Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
  2. Lapangan Domba Cilawu Garut: Dangiang, Kec. Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
  3. Lapang Kontes Domba Garut: Rancabango, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
  4. Pamidangan Domba Gunung Guntur: Pasawahan, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
  5. Lapangan Domba Gabret: Mekarsari, Kec. Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
  6. Lapangan Domba Pasirwangi Garut; Sarimukti, Kec. Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat,
  7. Lapangan Domba Cikajang: Cibuluh, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Namun, sebelum berkunjung ke lokasi tersebut, lebih baiknya cari tahu dulu terkait jadwal acara seni ketangkasannya. Kalo sudah tahu jadwal, barulah kamu bisa berangkat ke lokasi. Namun, kalo kamu masih kebingungan, maka ITC adalah pilihan yang tepat untuk mengajakmu mendatangi acara seni ketangkasan domba.

Saat berkunjung ke Garut, kamu bisa merasakan pemandangan semacam tanduk yang saling beradu hingga mengeluarkan suara ‘krak’ yang bikin kamu jadi ngilu, seru, sekaligus mendebarkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *